Kamis, 03 Maret 2016

* Delapan Hari Menjelajah Negeri Ginseng (Bagian-3)

Eksotika Panorama Sunrise Peak 

Pulau Jeju, dengan luas 1.825 kilometer persegi, terbentuk sekitar 2 juta tahun lalu oleh aktivitas vulkanis Pegunungan Halla. Halla yang dikelilingi 368 anak gunung (Oreum) memiliki ekologi sangat kaya.

Dengan ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut, Halla memiliki 1.565 jenis flora dan 1.179 spesies fauna. Karena itulah UNESCO memberikan tiga mahkota untuk Jeju: World Biosphere Reserve pada 16

Desember 2002, World Natural Heritage pada 27 Juni 2007, dan World Geopark pada 4 Oktober 2010.
Wajar jika Pegunungan Halla, seakan menjadi magnet dan pusat perhatian di Jeju. Rombongan Fam Trip Garuda Indonesia Pontianak berkesempatan melihat dari dekat panorama kekayaan alam tersebut, Minggu (8/9).

Masing-masing Seongsan Ilchulbong (Sunrise Peak), Cheonjiyeon Waterfall, dan Dragon Head Rock. Ada juga skekayaan peradaban kultur Jeju dengan mengunjungi Seongup Folkfore Village dan perkebunan jeruk yang terbentang di kiri dan kanan jalanan Jeju.

Sunrise Peak adalah tempat paling indah untuk melihat pesona matahari terbit. Karena itulah, warga Jeju dan wisatawan lainnya datang ke sini dini hari untuk melihat terbitnya matahari pertama di tahun baru.
Ada 550 anak tangga dari kaki hingga ke puncak bukit setinggi 182 meter di atas permukaan laut itu. Sunrise Peak begitu mencolok karena satu-satunya daratan tinggi di bibir pantai. Di sekelilingnya, rumput hijau membentang sejauh mata memandang.

Sunrise Peak terbentuk sekitar 5 ribu tahun lalu, sebagai akibat erupsi bawah laut yang menyebabkan naiknya dasar laut ke permukaan. Sama persis seperti terjadinya Pulau Samosir di Danau Toba, Sumatra Utara. Puncak Sunrise Peak berbentuk seperti mangkok atau trapesium. Posisinya langsung menghadap laut Cina Selatan.

Pengelola juga menyediakan kuda untuk disewakan bagi mereka yang ingin berkeliling. "Setiap hari, 10 ribu pengunjung datang ke sini. Kebanyakan dari Korea. Ada juga Cina dan Eropa," kata penjaga pintu masuk Seongsan Sunrise Peak, Kim (29), kepada Tribun.

Tidak heran jika areal parkir penuh dengan puluhan bus pariwisata dan mobil-mobil pribadi. Di kaki Sunrise Peak berjejer rumah, pertokoan, pusat jajan dan belanja yang tertata sangat rapi. Jauh dari kesan kumuh seperti pada objek-objek wisata di Tanah Air.

Apiknya penataan objek wisata dan keberhasilan Korsel mengusung Sunrise Peak diakui UNESCO, menarik perhatian Pemprov Jambi. "Kita ingin belajar banyak, makanya kita datang ke sini untuk studi banding," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jambi, Syahrasaddin.

Ia mengatakan stake holder bertemu di Jeju untuk membahas usulan Geopark Merangin (Jambi), Rinjani (Lombok), dan Semeru (Jawa Timur) menjadi Wolrd Heritage. Tim berjumlah 20 orang terdiri dari Pemprov Jambi, Lombok, Jatim, Kementerian Pariwisata, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Syahrasaddin menjelaskan Geopark Merangin mencakup empat kabupaten, Kerinci, Merangin, Tanjak Barat, dan Selangun. "Persiapannya sejak 2009 dan targetnya selesai akhir 2014 ini," tambah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jambi, Budi Daya.

Geopark adalah sebuah program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan para penduduk dengan cara menjaga dan mengolah situs-situs geologi, yang juga bagian dari warisan budaya. Budi memaparkan ada sekitar 700 orang yang berkunjung ke Geopark Merangin.

Namun, infrastruktur belum layak, fasilitas penginapan juga belum ada hotel. Hanya mengandalkan home stay. "Kalau kita lihat Jeju, infrastruktur jalan luar biasa bagusnya. Selain lebar, tidak ada jalan yang rusak. Akses juga dekat," ujarnya.

Baiknya infrastruktur itu juga diungkapkan Hendri (31) dari Family Tour Pontianak. "Infrastruktur mereka sangat baik. Pemandangannya luar biasa. Mereka juga pandai mengemas paket wisata," puji Hendri.
Hendri memilih menunggu di bawah bersama istrinya, Yuli (27), ketimbang meniti anak tangga. "Pengalaman luar biasa. Teman-teman rombongan juga asyik. Kita belum ke Seoul ya, tapi Jeju sangat berkesan," ujar Yuli yang terus berlindung di bawah payung kecil.

Maklum, saat tiba, udara di Sunrise Peak cukup terik. Suhu di Jeju memang dapat bervariasi mulai dari tropis sampai subtriopis. Pada musim panas bisa menyentuh 40 derajat celcius.
Suhu rata-rata per tahunnya adalah 14,6 derajat C dan 4,7 derajat celcius pada musim dingin.
Jeju berada di kawasan iklim empat musim. Namun suhu pulau ini tidak pernah sampai minus, salju pun sangat jarang turun.

Hanya di Gunung Halla, titik tertinggi di Korea Selatan, ada salju. Puas menikmati Sunrise Peak, Tour Guide Asia Wolrd Tour, Ken, membawa rombongan bergegas menuju Cheonjiyeon Waterfall di daerah Seogwipo.

Rombongan tiba pukul 15.07 waktu setempat. Air terjun Cheonjiyeon dipercaya sebagai air terjun yang menghubungkan bumi dengan langit. Mitos masyarakat mengatakan ada peri wanita cantik pernah datang untuk mandi di air terjun tiga tingkat ini pada musim gugur.

Air terjun ini memiliki tinggi 22 meter, sedikit lebih rendah dari air terjun Jeongbang yang mencapai 23 meter. Setengah jam kemudian, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini untuk menyaksikan fenomena alam lainnya, Jusangjeolidae Park di Jungmun Daepo Coast.

Dari atas anak tangga di bibir tebing, pengunjung bisa menyaksikan keindahan formasi batu basalt hitam yang terbentuk dari lava gunung berapi. Batu basalt hitam itu tersebar di beberapa titik Pantai Jungmun.
Sesekali batu berbentuk hexagonal itu dihempas ombak. Pada saat-saat tertentu, ombak di sini bisa mencapai dua meter lebih.

"Bentuk bebatuan itu seperti hasil pahatan manusia. Sangat rapi dengan ukuran nyaris serupa. Padahal, semua ditempa alam tanpa sentuhan manusia," kata pegawai Jusangjeolidae Park, Ko Su Kyung, dengan bahasa Inggris terbata-bata, kepada Tribun.

Perempuan berumur 31 tahun ini menjelaskan Jusangjeolidae menjadi daya tarik sekitar 4-5 ribu pengunjung setiap harinya. "Jumlahnya jauh lebih banyak saat hari libur dan akhir pekan. Tiket masuk 2 ribu won (sekitar Rp 20 ribu)," ujar Su Kyung.

Tepat pukul 17.06 waktu setempat, rombongan Fam Trip Garuda Indoneia menuju museum tiga dimensi, 3D Trick Eye Museum untuk selanjutnya ke Dragon Head Rock. (hasyim ashari/bersambung)

1 komentar:

Glory Chilly mengatakan...

Halo,
Apakah Anda secara finansial turun? mendapatkan pinjaman sekarang dan bisnis Anda menghidupkan kembali, Kami adalah pemberi pinjaman dapat diandalkan dan kami memulai program pinjaman ini untuk memberantas kemiskinan dan menciptakan kesempatan bagi yang kurang istimewa untuk memungkinkan mereka membangun sendiri dan menghidupkan kembali bisnis mereka tahun baru ini. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami melalui email: (gloryloanfirm@gmail.com). mengisi formulir Informasi Debitur berikut:

Nama lengkap: _______________
Negara: __________________
Sex: ______________________
Umur: ______________________
Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: _______
Durasi Pinjaman: ____________
Tujuan pinjaman: _____________
Nomor ponsel: ________

silahkan mengajukan permohonan perusahaan yang sah.