Senin, 23 Mei 2011

Norton Road Holder Kesayangan


* Kiky: Berapapun Tidak Saya Jual


YAKIN mengikuti kata hati sebagai biker, Koordinator Borneo Check Point Club Brotherhood, Kiky Prabawa (41), sudah menjelajahi berbagai daerah di Indonesia. Seperti Putussibau, Kuching, Yogyakarta, Bromo, Bali, Semarang, Bandung, dan Jakarta menggunakan motor tuanya.

Kiky memulai debutnya di sepeda motor klasik karena ketularan pergaulan dengan komunitas motor klasik di Bandung. Saat itulah juga, dirinya memutuskan berpetualang ke Pontianak, Kalimantan Barat.

Awalnya ia menunggangi sepeda motor dengan mesin keluaran tahun 1952, Ducati 40cc. Kemudian berpindah pada BSA B40 dan Machtless lansiran era 60-an. Namun, hatinya kemudian tertambat di Norton 1956 bermesin 500cc.

Ia bahkan memburu sparepart orisinilan si Road Holder, di baik dalam dan luar negeri. "Si Norton itu sudah sering dimodif. Karena kalau ada sparepart yang baru dan ori lagi, saya pasang. Tiap tahun, ganti baru. Entah berapa kali dan tidak terhitung lagi biayanya," kata Kiky.

Ia memperkirakan sudah menghabiskan lebih dari Rp 100 juta untuk modifikasi si Road Holder bernomor 13 tersebut. Selain karena bentuk yang klasik dan unik, Kiky sangat tergila-gila dengan Nortonnya karena memiliki nilai historis dalam perjalanan hidupnya.

"Saya tinggalkan kerjaan kantoran, hijrah, dan berjuang hidup dari kecintaan saya dengan motor klasik. Ya, bisa dikatakan nilai historis perjuangan hidup saya semua ada di motor ini," ucap Kiky yang enggan menjual motornya berapapun harganya.

Nilai kebebasan dari aturan dan adanya kepuasan yang sangat istimewa dirasakan Kiky, dengan memiliki tunggangan klasik seperti si Norton. Dengan cat berwarna merah dan krem dan diberi sentuhan air brush lidah menjulur simbol group legendaris Rolling Stone, kiranya Norton sebagai teman sejati selain istrinya.

"Dulu saya sering bawa istri jalan-jalan atau touring. Sekarang sudah jarang demi kesehatannya. Makanya joknya saat ini saya buat single," ujar pria asal Bandung ini disambut tawa sang istri.

Motor buatan Inggris ini, dimodifikasinya dengan membuat sendiri (handmade). Mulai dari jok, knalpot, tangki oli, maupun bensin. "Karena barang ini ori dan kebanyakan dari luar, jadi kita terpaksa nunggu barang datang. Kalau ada baru kita pasang yang ori. Bukan handmade lagi. Makanya saya masih kurang puas, sama seperti shockbreaker belakang yang belum ada," papar
Kiky sembari menunjukkan sparepart penunjang kenyamanan berkendara.

Norton milik Kiky tampil unik dan klasik. Dengan jok kulit single dan posisi knalpot yang sangat dekat berada dengan jok. Ini patut diwaspadai jika, ketika turun dari motor sebaiknya mengambil sebelah kiri supaya terhindar dari letupan besi panasnya.
"Dulu waktu muda, nyantai aja suara knalpotnya berisik sampai ganggu orang lain. Tapi sekarang, saya ubah jadi halus, biar enggak mengganggu," ucapnya ditemui di kediamannya Jl Irian Nomor 22 Pontianak, Kalimantan Barat.

Perjuangannya hijrah ke Bumi Khatulistiwa tidak sia-sia. Ternyata hobi bisa membuatnya survive dalam hidup. "Siapa bilang hobi tidak bisa menunjang kehidupan. Saya rasakan dan alami, hobi bisa bikin kita hidup, lahir dan batin. Kepuasan jiwa dan batin. Buktinya, saya bisa memiliki usaha dan saya juga puas bisa melakukan hobi dengan motor klasik ini," ujarnya.

Dengan motornya ini pula, ia sudah menjelajahi beberapa daerah di Kalbar dan indonesia, untuk kepuasan, jalin persaudaraan serta refreshing bersama keluarga dan bikers di komunitasnya.

"Kemerdekaan dan kebebasan diri. Inilah jiwa biker. Kadang saya refreshing dengan touring bersama teman-teman dan istri. Biasanya kita juga ke suasana alam seperti berpetualang. Kita juga rindu suasana itu sekaligus bersosialisasi, bahwa bikers bukan komunitas brutal atau anggapan miring lainnya," pungkas Kiky. (pontiana banjaria/tribun pontianak)

Spesifikasi
Motor : Classic Bike Norton 1956
Model : Cafe Racer
Rangka : Norton Feather Bed (wide line)
Shock depan : Original Norton Road Holder

Roda depan
Teromol : Triumph T 110
Pelek : Allumunium "Horex-Willman"

Roda belakang
Teromol : Triumph Boneville
Pelek : Allumunium 19" Horex-Willman
Gear box : Norton Comando
Kopling : Dry Clotch Norton Comando
Clipon : Triton
Tangki bensin : Poikin (handmade) 25 liter
Tangki oli : Handmade
Sepatbor : Alloy Handmade
Jok : Handmade (single jok)
Knalpot : Handmade
Modifikator : Bengkel AA Kiky Prabawa
Jl Sungai Raya Dalam Komplek Villa Permata Indah
Hp 0813 2233 1202

5 komentar:

Putra Saputra mengatakan...

Salut bwat omkiky. BBMC emang paling top...!!!!!!!

Putra Saputra mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
gila^ontel mengatakan...

TOP BGT dah...salam

Gin Gin mengatakan...

mantap om kiky, salam kenal saya Gin Gin (Norton Motorcycles Indonesia)

black metal mengatakan...

Mantap mang kiky. BFFB