Senin, 04 Oktober 2010

Bersama Santap Jagung Rebus


*Sepok Gelar Halal Bihalal

Suasana Kota Pontianak kemarin pagi mendung, sesekali gerimis turun. Meski begitu, sejumlah orang tampak semangat mengayuh sepeda di Jl MT Haryono. Hari ini terasa istimewa, sebab banyak komunitas sepeda yang hadir untuk silaturahmi.

BERBEDA dari acara halal bihalal organisasi, lembaga, instansi, ataupun kelompok lainnya. Tempat yang mereka pilih sangat spesial, Area Car Free Day Jl MT Haryono Pontianak, tepat di depan Halte SMU Mujahiddin.

Usai para bikers bersepeda keliling di kawasan tersebut, satu persatu maupun bersama keluarga dan rombongan lainnya, mulai berdatangan ke lokasi yang dipilih untuk menggelar acara Halal Bihalal Komunitas Sepeda Kota Pontianak itu.

Di sana telah hadir beberapa komunitas ataupun perwakilannya seperti komunitas sepeda ontel di antaranya Sepok, Semar, Satria, dan lainnya. Juga ada komunitas sepeda TNT, BMX, dari PLN, PDAM, Telkomsel, Kepolisian, Lanal, AU dan masih banyak lainnya.

Halal Bihalal ini memang sangat unik dan istimewa, dari yang tidak mengenal satu sama lain, akhirnya bisa berekanalan. Dari anak-anak hingga orang dewasa. Juga mereka semua berbeda latar belakang, suku, agama dan pekerjaan.

"Kami di sini semuanya berbeda latar belakang maupun profesi. Tapi tujuan dan hobi kami sama yakni bersepeda. Ya, mengengkol kita bersatu dan jika ketemu di jalan bisa saling ucapkan salam," ujar Ketua Panitia Halal Bihalal tersebut, Dodi Yanto.

Tidak hanya itu, makanan yang disuguhkan juga istimewa dan sangat berbeda dari acara halal bihalal biasanya. Jagung rebus, pisang rebus, dan kacang rebus. Itulah pilihan menu santap di acara yang digelar di jalan raya dengan alas tikar dan koran.

"Kami memilih jagung, kacang dan pisang ini juga, karena Sepok itu kan kuno. Jadi karena kita yang membuat ide ini, makanya kita suguhkan makanan tempo dulu, yang mungkin tidak dibayangkan orang. Tapi, lihat saja, semua pada menyukainya," tambahnya lagi.

Ini jugalah yang dikatakan Wakil Wali Kota Paryadi yang turut hadir dalam acara tersebut. "Kebersamaan dalam komunitas sepeda di Pontianak semakin baik dan inilah bukti olahraga seperti sepeda juga bisa membentuk satu tali jalinan kebersamaan. Makanannya juga ada jagung, pisang dan kacang ini bisa sekaligus membantu para petani kita dan memanfaatkan sesuatu yang mudah didapat," ujarnya saat memberi kata sambutan yang memang sebelumnya ia terlihat
sangat senang makan kacang rebus yang tersedia di bakiak.

Tidak memandang perbedaan itu, para bikers dikumpulkan di satu tempat dengan tujuan olahraga, hobi, dan kesenangan sekaligus kesehatan. "Mengengkol kita bersatu, karena dengan mengengkol kita bersama. Pemerintah juga sudah sangat mendukung dengan menyediakan fasilitas area Car Free Day ini," ungkap Dodi yang menyatakan ada 20 komunitas sepeda di Kota Pontianak.

Ke depannya, diharapkan halal bihalal serupa bisa dilaksanakan dan dihadiri lebih banyak lagi komunitas sepeda lainnya. Acarapun terus berlanjut dengan beragam merek, jenis, bentuk sepeda berderet di jalan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan komunitas sepeda menyatakan sikap atas pengeboman Kalimalang.

"Kami menyatakan sikap ini untuk memotong opini yang berkembang di masyarakat dan media, bahwa pengeboman yang terjadi di Kalimalang itu bom sepeda. Kami dari komunitas sepeda Kota Pontianak mengutuk segala bentuk terorisme apapun dan siapapun. Kami meminta media massa untuk menghentikan opini yang berkembang tentang bom sepeda tersebut. Karena akan mengakibatkan teman-teman enggan bersepeda lagi," tegas Pembina Sepeda Lipat sekaligus Wakil Ketua Bike to Work, Bahri.

Ia yang juga pengurus Sepok menambahkan banyak sekali keuntungan dengan bersepeda. Selain sehat jasmani, juga tentunya mengurangi polusi.

"Kami harapkan sepeda tidak hanya menjadi sarana untuk menjadi sehat tapi juga bisa menjadi sarana untuk bekerja. Sebab dengan menggunakan sepeda, berapa banyak pemakaian BBM yang bisa dikurangi dan meminimalkan polusi," pungkasnya.

Sependapat dengannya, Rajali dari perwakilan komunitas sepeda PLN turut mengatakan dengan bersepeda tubuh menjadi bugar dan banyak mendapat teman baru.

"Lewat ini kita bisa saling kenal dan salam. Juga sehat serta bisa berkembang ke arah lain, misalnya share bisnis, dan lainnya. Harapnya ke depan bisa lebih meriah lagi," ujar dia.

"Ini rangkaian kegiatan kita selama Ramdhan dan Idul Fitri," ujar Ketua Sepok, Jayus Agustono.

Menurutnya, kegitan tersebut untuk mempererat tali silaturahmi antara sesama pecinta sepeda. "Kita tak mau suatu komunitas hanya berkumpul dengan komunitas itu saja. Siapapun boleh bergabung dalam kegiatan ini. Syaratnya harus pakai sepeda," katanya.

"Konsepnya jadul. Makanan yang akan kita suguhkan juga tradisional. Tema yang kita angkat 'Mengengkol kite besatu'," kata Jayus.

Jayus berharap, dengan kegiatan tersebut akan terjalin kerjasama dan persaudaraan antar sesama pencinta sepeda. Melalui kegiatan tersebut, ia berharap kecintaan masyarakat untuk hidup sehat dengan bersepeda akan lebih meningkat.

"Sebelum car free day ada, kita sudah kampanyekan bersepeda. Kita sambut baik adanya dukungan pemerintah melalui kebijakan car free day. Setidaknya ada perhatian dari pemerintah," katanya. (pontianak banajaria/iin solihin)

1 komentar:

Dadan mengatakan...

Alhamdulillah, sukses rupanya halal bi halal kita. Sayang, waktu itu saya ada tugas di Jakarta, jadi gak bisa ikutan rame2....